Minggu, 27 Januari 2013

Gunung Sinabung



Gunung Sinabung terletak di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Ketinggiannya mencapai 2.460 meter dan menjadikannya gunung tertinggi di Sumatera Utara.

Sejarah terbentuknya
7300 tahun lalu, di Indonesia, pernah ada letusan gunung yang sangat dahsyat. Begitu dahsyatnya hingga disamakan dengan 2.000 kali letusan Gunung Helena atau 20.000 kali letusan bom atom Hiroshima-Nagasaki. Bahkan, akibat letusannya maha dahsyat itu, cahaya matahari terhalang masuk ke bumi karena abu letusannya yang membumbung tinggi selama beberapa dekade.
Akibatnya, suhu bumi turun hingga 15 derajat celcius dan dimulailah zaman es 2000 tahun kemudian. Tidak mengherankan bila saat itu kehidupan di bumi terancam punah. Diperkirakan umat manusia yang tersisa hanya 10.000.
Dialah Gunung Toba. Dari letusan dahsyatnya itulah, terbentuk kaldera terbesar di bumi dengan cadangan magma terbesar di dunia (terlihat dari foto satelit) di sekitar bekas Gunung Toba berdiri. Cekungannya kini menjadi Danau Toba dengan Pulau Samosir di tengahnya.
Selain kaldera dan danau, letusan Gunung Toba menghasilkan beberapa anak gunung, salah satunya yang paling besar adalah Gunung Sinabung.

Sejarah Berulang?
Sejak terbentuknya ratusan tahun lalu, gunung berdiameter 7 km ini adalah gunung dormant (tidur) atau tidak ada aktivitas. Letusan terakhir gunung ini terjadi pada 1600. Namun, beberapa data dan fakta menyatakan Gunung Sinabung menunjukkan tanda-tanda sedang "menggeliat”.
Walaupun saat ini bentuknya masih seperti kerucut kecil, sudah ada tanda-tanda “pertumbuhan”. Tanda-tanda Gunung Sinabung sedang mengalami kebangkitan adalah sebagai berikut.

1. Letusan
Pada 29 Agustus 2010, Gunung Sinabung meletus untuk pertama kalinya sejak 400 tahun lalu. Di bulan September, terjadi dua letusan. Yakni, pada 3 September dan 7 September. Walaupun bukan letusan besar, dapat disimpulkan sementara bahwa saat ini Gunung Sinabung sedang mengumpulkan magma selama 400 tahun terakhir.

2. Gempa Megathrust Sumatra Andaman
Pada 26 Desember 2004, terjadi gempa besar yang diikuti tsunami di Aceh. Akibatnya, terjadi pengangkatan dan penurunan daratan di  Andaman. Tepatnya, terjadi pengangkatan koral setinggi 30 cm di utara Pulau Sentinel dan terjadi penurunan di lepas pantai barat laut Pantai Pulau Rutland.
Padahal, guncangan gempa megathrust ini kekuatannya mencapai 9,15 MW dengan episenter hanya 300 km di sebelah barat Danau Toba.

3. Gempa Mentawai
Pada 25 Oktober 2010, terjadi gempa di Kepulauan Mentawai dengan  kekuatan 7,7 MW. United States Geological Survey (USGS) menyatakan gempa terjadi dengan kedalaman episentrum 12.8 mil dan magnitudo gempa 7,7 skala richter.
Berdasarkan data dan fakta tersebut, timbul pertanyaan, “Apakah peristiwa letusan maha dahsyat Gunung Toba 7300 tahun lalu akan terulang?"

Reactions:

0 comments :

Poskan Komentar

Please write criticism and suggestions...

TV ONLINE